HELLO ROMANIA!
Dimulai dari mengikuti proses seleksi sebagai AIESEC Exchange Participant pada tahun 2010 untuk Exchange ke wilayah Eropa hingga akhirnya memiliki kenalan dari Romania yang alhamdullillah akhirnya memberikan saya kesempatan untuk pergi ke Romania setelah usai dengan segala bentuk administrasi yang saya butuhkan, termasuk dengan pengalaman membuat visa Romania yang memakan waktu sekitar 2 bulan lamanya.
Memang pengalaman – pengalaman yang saya dapat selama saya exchange ke Romania merupakan segala sesuatu hal yang paling challenging dan paling mendebarkan dalam hidup saya. Dimulai dengan kejadian setelah MATCH dengan salah satu National Project di Romania bernama Grow. Saya harus menunggu surat paling berharga sedunia bernama INVITATION LETTER yang memakan waktu 2 bulan lamanya. Sungguh miris sekali memang. Ditambah lagi, surat paling berharga tersebut hanya memiliki 1 rangkap dan dikirim melalui pos internasional yang memakan waktu 4 – 7 hari di perjalanan. Tentu saja membuat sesuatu yang sangat mendebarkan. Apalagi visanya baru saja selesai 1 hari sebelum hari keberangkatan ke Romania. Kebodohan selanjutnya adalah ketika hari keberangkatan dimana saya dan teman saya ketinggalan pesawat untuk menuju ke Romania. Walhasil kita harus membayar denda dan mengganti jadwal penerbangan kami lagi di dua minggu berikutnya. Sungguh bodoh memang berangkat di waktu yang mepet seperti itu. Tapi ingatlah itu sebagai pengalaman yang berharga bagi kita dan yang paling penting, jangan sampai kebodohan kita itu terulang lagi.
Berbicara tentang project apa yang saya jalani di Romania tentu saja merupakan pengalaman yang berbeda lagi untuk saya. Project yang saya jalani merupakan project nasional yang dijalani di 15 kota berbeda dengan 72 Exchange Participants dari 35 negara berbeda dan di dalam project tersebut, saya sebagai satu – satunya orang Indonesia dan memang dalam sejarah project tersebut, saya juga orang Indonesia yang pertama dalam project yang disebut sebagai GROW NATIONAL PROJECT. Dalam project itu saya ditugaskan sebagai seorang fasilitator dan trainer yang akan mengajarkan soft skills kepada murid – murid saya yang masih menduduki Sekolah Menengah. Usia mereka pun tidak terlalu jauh beda dengan saya. Disana saya menjadi fasilitator untuk membahas tentang entrepreneurship, leadership, proactivity, dll. Kurang lebih ada sekitar 20 materi yang harus saya sampaikan dalam waktu 8 minggu tinggal di Romania, termasuk dengan kegiatan – kegiatan jalan – jalan yang bertujuan untuk menghibur diri saya.
Awalnya saya adalah orang yang sangat tidak mungkin berada dalam posisi tersebut. Saya tidak pernah mengambil kursus – kursus bahasa inggris yang sebenarnya merupakan bahasa yang penting di dunia. Bahkan, saya pernah ditertawakan ketika saya mengikuti suatu konferensi di negara tetangga dan ternyata saya berbicara di depan umum dan salah menggunakan grammar yang tepat. Namun dari situlah saya belajar banyak. Termasuk belajar bahwa menjadi seseorang yang menjadi bintang dalam kelas saja tidak cukup untuk menjadi orang yang sukses, saya disana juga belajar untuk menjadi orang yang sukses, tentu saja saya harus menjadi orang yang mampu mengikuti perkembangan dewasa ini. Namun saya memang terus berkembang sampai akhirnya saya harus berbicara full bahasa inggris selama saya menjadi fasilitator dan trainer mereka, termasuk ketika saya hanya sedang bermain – main dengan mereka. Namun, itulah proses dimana saya memiliki percaya diri untuk mengeksplorasi kemampuan berbahasa inggris dan menjadi seorang fasilitator yang baik dan benar.
Kejadian paling berkesan dalam Exchange saya adalah ketika saya, Aditya Mulya dan Nestya Rachmawati yang merupakan sesama Exchange Participant dari Indonesia yang mengikuti project berbeda dengan saya berpartisipasi dalam kegiatan Global Village Summer Constanta 2011 di pusat hiburan paling mapan di pesisir pantai Constanta, Romania. Pada hari itu, kami benar – benar bersiap – siap untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia, termasuk menaruh beberapa pajangan khas Indonesia yang nantinya akan kita bagikan secara Cuma – Cuma kepada masyarakat dan disana saya yang sangat gemar masak ini pun kemudian membuat se panci gulai ayam yang untungnya walaupun pedas rasanya masih tetap menjadi suatu makanan yang disukai oleh masyarakat Romania. Booth kami sangatlah ramai dan banyak sekali orang – orang yang bertanya tentang Indonesia dan berniat untuk berlibur dan mengunjungi Indonesia. Apalagi ketika saya diwawancari oleh salah satu koran lokal Romania yang menyebabkan nama dan foto saya terpampang di salah satu media lokal Romania bernama Telegraf. Benar –benar suatu hal yang sangat berharga buat saya.
halo, eh gw aryo dr expansion UNS, kita temen sekamar pas MBC di surabaya, gw mau tanya2 nih, lo itu project di LC apa di romania ?
gw jg match sama project grow di ploiesti, nah gw mau tanya2 lebih banyak, minta pin bb atw no hp dong, emailin aja ya ke email gw hehe thanks, project mulai 17feb-1april